Oleh : Muhamad Fajar Pramono, Dosen UNIDA Gontor SEPERTI Permainan Bola pada mulanya bola dikuasai oleh paslon 1. Permainannya agresif dan menyerang . Tidak hanya pemain yg diserang, termasuk wasit dan penjaga garis bahkan pelatihnya juga diserang/ diprovokasi. Namun setiap serangan (tembakan) yang dilakukan paslon 1 selalu meleset, terakhir dlm kasus di Coper. Dihalau dengan baik penjaga gawang paslon 2. Faktor kegagalan tembakan paslon 1 sering meleset dan tidak akurat. Disamping hanya bermodal berani, tetapi minus konsep. Akhirnya sering blunder. Sedangkan paslon 2 pada mulanya menggunakam pola permainan bertahan. Kini telah menemukan performanya. Perpaduan antara bertahan dan menyerang (serang balik) membuat paslon 1 putus asa. Hal ini terlihat ketika mendapat serangan balik dari paslon 2 menjadi gagap dan kedodoran. Paslon 1 justru permainannya menjadi kedodoran dan terlihat "frustrasi". Karena serangan-seranganya (tembakan2nya) selalu meleset dan tidak akur...